TENTANG GLOBAL ISLAMIC SCHOOL (GIS)

Bagian tentang kiprah Buyar Winarso di bidang pendidikan, sangat pantas untuk ditempatkan dalam sub judul tersendiri. Mengapa? Boleh dibilang, inilah pencapaian darma bhakti seorang Buyar Winarso yang bisa dibilang menjadi tonggak.

Bisnis-bisnis Buyar yang sebelumnya, boleh dibilang bisnis murni. Termasuk bisnis jual-beli mobil dan pengiriman tenaga kerja keluar negeri. “Untuk pengirman tenaga kerja, barangkali ada warna sosial di bidang ketenagakerjaan. Tapi untuk yang pendidikan, menurut saya memang memiliki dimensi sosial yang sangat tinggi,” ujar Buyar.

Ide mendirikan usaha sekolah, didapat dengan cara unik. Pada masa itu perkelahian antarsekolah begitu marak di Jakarta. Sepertinya tak ada hari tanpa berita tawuran anak sekolah. Suatu ketika, saat dia melintas di sebuah jalan, dirinya terjebak pada sebuah tawuran pelajar. Mobilnya pun sempat rusak kena lemparan batu nyasar. Melihat itu, hatinya merasa sedih, dalam hati dia bertanya, “Apa jadinya generasi penerus bangsa kalau hal–hal buruk tersebut terus terjadi?”

Lalu tiba-tiba saja melintas keinginannya terjun ke bidang yang ikut mempersiapkan anak bangsa menyongsong masa depan. Untuk itu, dia mulai berkonsultasi pada sejumlah temannya tentang ide pendirian lembaga pendidikan. Hasilnya, sejumlah temannya meragukan bisnis pendidikan bias berjalan mulus  karena ‘karakter’ bisnis pendidikan berbeda dari yang lain. Mereka juga melarang Buyar Winarso untuk menaruh seluruh modal yang dipunyainya di sana. Iya kalau dapat murid, bagaimana kalau tidak?

“Begitu kekhawatiran teman-teman saya. Berbagai saran dan nasihat saya tampung, tapi ada juga yang bernada positif dan memberi dorongan agar saya menangani bidang ini. Dalam diri saya sendiri pun seperti ada dorongan besar untuk mendirikan lembaga pendidikan. Kasarnya, seandainya nanti saya hanya dapat 17 murid, saya telah bertekad  tetap menjalankan usaha ini,” ucapnya.

Di sisi lain, dia juga menyadari bahwa kiprahnya kali ini adalah suatu yang sama sekali asing dan baru buatnya. Apalagi dia pun tidak memiliki latar belakang dunia pendidikan. Namun Winarso justru merasa tertantang dengan hal tersebut. Mempelajari sesuatu yang baru dan mampu menguasainya, adalah ‘hobi’ Buyar Winarso.

Tepatnya tahun 2002, ia pun mendirikan Perguruan Global Islamic School (GIS) di bilangan Condet, Jakarta Timur.  Sebagai modal awal, ia ‘mengorbankan’ bisnis jual beli mobilnya. Semua asset usaha tersebut dia jual, dananya ditanamkan dalam bisnis pendidikan. Tak tanggung-tanggung, begitu launching, Global Islamic School langsung menyelenggarakan pendidikan dari semua tingkatan, mulai dari play group, hingga tingkat lanjutan atas.

Diakuinya, sebagian orang menyebut langkah  Buyar Winarso sebagai sebuah kenekatan alias kelewat berani. Apalagi dia tidak memiliki latar belakang di bidang itu, serta tak mengenal manajemen pendidikan. Dengan hal tersebut, maka sudah terbayang betapa besarnya tantangan yang dihadapi lelaki berkumis itu.

”Saya tidak tahu, tapi terus terang saya memiliki keyakinan pada bidang baru ini. Karenanya tak ada keraguan di hati sama sekali. Mungkin saya  terlalu berani, padahal saya tidak mengenal manajemen pendidikan. Tapi kemauan keras saya membuat semuanya bisa jalan dan cukup bagus,” tuturnya.

Tahun pertama, Perguruan Global Islamic School serentak membuka sekolah di segala tingkatan, mulai dari play group hingga SMA. “Saya sungguh tak mengira kalau ternyata respon masyarakat sangat bagus. Waktu pertama kali buka, yang mengambil formulir mencapai 870 orang. Ini luar biasa, dan di luar perkiraan saya. Padahal ketika awal, promosi yang saya lancarkan hanya sederhana yakni pemasangan spanduk dan membagi-bagikan brosur di titik-titik tertentu. Ternyata promosi tersebut berjalan efektif dan sekolah yang saya dirikan, cepat dikenal orang,” tuturnya.

Tak meleset, bisnis pendidikan miliknya berkembang pesat bahkan sungguh di luar perkiraannya. Diyakini Buyar, perkembangan tersebut bukan hanya karena ketekunan dan kerja keras, tapi juga sistem yang diterapkan dalam menyelenggarakan pendidikan tersebut. Satu hal yang sangat dijaga oleh Buyar Winarso adalah mempertahankan mutu pendidikan. Sekali lagi, karena itu adalah amanah.

“Para orang tua mempercayakan putra-putrinya di Perguruan Global Islamic School itu kan artinya amanah. Sekali lagi, terhadap setiap amanah, sudah seharusnya kita menjalankannya dengan penuh tanggung jawab,” tandas Buyar.

Kualitas mutu pendidikan itu pula yang menjadi concern Buyar Winarso. Walhasil, jika di lingkungan sekolahnya acap kita lihat guru-guru berkebangsaan Timur Tengah, maka merekalah para guru bahasa Arab. Jika kita banyak melihat bule berseliweran di lingkungan Global Islamic School, maka merekalah para pengajar Bahasa Inggris.

Itu hanya bagian kecil dari keseluruhan usaha pendidikan yang kini telah berkembang pesat. Bahkan untuk wilayah provinsi DKI Jakarta, Perguruan Globa Islamic School termasuk dalam 10 sekolah terbaik.

Seperti halnya dia menangani usaha sebelumnya, maka dalam kiprahnya di bisnis pendidikan ia berusaha meraih kepercayaan orangtua murid dan siswa bahwa pendidikan yang diterapkan di sekolahnya memiliki mutu yang tak kalah dengan sekolah bagus lain yang telah lebih dulu berdiri.

Salah satu strateginya adalah di awal berdirinya ia mengenakan biaya sekolah yang relatif terjangkau. Untuk semua tingkatan, dari SD hingga SMU hanya dikenakan uang pangkal Rp.5.000.0000, sudah termasuk uang gedung, seragam, kegiatan ekstra, dan lain-lain. Sedangkan uang SPP pada awalnya berkisar di angka Rp.200.000.

“Prinsip saya, yang penting jalan dulu. Saya tunjuk-kan produk pendidikan di tempat saya. Misalnya, saya panggil pengajar ‘bule’ tanpa menaikkan uang sekolah. Nah, setelah mereka tahu, dan hasilnya kelihatan, barulah biaya sekolah naik pelan-pelan untuk mengejar keseimbangan cash-flow.

Nyatanya para orangtua murid tidak complain, mereka bisa menerima. Jadi intinya, bukan sekadar konsep yang saya berikan pada orangtua murid, melainnya nyata, real. Konsep memang harus dibuat, sebagai acuan, tapi  jangan selalu tergantung pada konsep, kita harus melihat kenyataan di lapangan. Dalam bekerja jangan sampai tergantung pada konsep, itulah prinsip saya,” paparnya panjang lebar.

Apa yang menjadi prinsipnya itu, membuahkan hasil yang membanggakan. Sekalipun usia sekolah boleh dibilang masih relatif muda, yakni tujuh tahun, namun prestasi yang dihasilkan murid didiknya tidak kalah dengan sekolah lain yang sudah lebih lama berdiri.

Salah satu contoh, untuk tingkat SD misalnya, sekolahnya berhasil masuk ranking sembilan tingkat  DKI Jakarta untuk hasil Ujian Nasional. “Ini sungguh membanggakan saya, juga kami semua yang ikut berjuang mengembangkan sekolah,” ujarnya dengan wajah berbinar.

Selain itu, dalam berbagai lomba, murid sekolahnya juga berhasil menyabet predikat juara. Di antaranya ketika Departemen Pendidikan Nasional mengadakan lomba bahasa Inggris untuk tingkat SD, SMP dan SMA, siswa Global Islamic School  berhasil tampil sebagai juara satu dan dua. Karenanya sekolah itu dipilih mewakili DKI Jakarta untuk bertarung di tingkat nasional dan berhasil meraih juara dua.

Nyaris tak terhitung, jumlah siswa Perguruan Global Islamic School yang berhasil menyabet predikat juara di berbagai ajang. Misalnya, juara para kegiatan-kegiatan olahraga, kesenian, dan lain-lain. “Waktu lomba dokter kecil tingkat nasional, murid kami bahkan menyabet juara dua,” ujar Buyar bangga.

”Saya memahami bahwa pendidikan tidaklah seperti bisnis lain. Karenanya, ini tumbuh dalam hati saya, saya katakan kepada para guru, bahwa saya memahami menjadi guru itu tidak mudah, karenanya saya juga mau ‘ikat pinggang sama seperti para guru’,” tuturnya.

Alhamdulilah, ujarnya, para guru pun memahami sikapnya dan berkomitmen untuk bersama-sama membangun dan mengembangkan Global Islamic School. Dan itu memang dibuktikan dengan prestasi sekolah juga siswa didik yang meningkat dari waktu ke waktu. “Sesuatu yang sangat membanggakan,” ucap Buyar Winarso yang kini membawahi 250 orang karyawan sekolah.

Buyar Winarso memang boleh bangga dengan kerja kerasnya yang telah membuahkan hasil. Prestasi ini sekaligus—untuk kesekian kalinya—membuktikan ketajaman feeling bisnisnya, sekaligus juga membuktikan bahwa ia pengusaha bertangan dingin.

Perguruan Global Islamic School dalam tujuh tahun kiprahnya, telah mampu mensejajarkan diri dengan sekolah sekolah papan atas lain di Jakarta. Sekarang muridnya bukan hanya dari warga Jakarta Timur, tapi juga dari wilayah-wilayah lain di Jakarta. Di antaranya dari Tanjung Priok, Jakarta Utara, yang jaraknya ke lokasi sekolah sekitar 30 km. “Respon masyarakat sangat bagus, hasilnya, promosi dari mulut ke mulut, getok tular!”

“Hal lain yang membuat saya sungguh bangga dengan perkembangan sekolah ini, adalah karena sekolah ini bisa berkembang cepat tanpa mengandalkan ketokohan. Kami tidak jualan tokoh tapi kami jualan produk. Orang tentu tidak akan heran, misalnya, sebuah sekolah baru cepat terkenal (maju) karena menonjolkan ketokohan pemiliknya atau pengajarnya/pimpinannya. Tapi Global Islamic School tidak demikian. Tidak ada ‘tokoh’ di sini yang ada adalah produk pendidikan yang berkualitas. “

Dikatakannya sebagai salah satu bukti keberhasilan sekolah, ia hanya mengeluarkan biaya operasional sekolah sampai tahun keempat. Tahun kelima, dia tidak perlu merogoh kocek sendiri untuk operasional. Artinya, sekolah sudah bisa menghidupi dirinya sendiri. ***

8 responses to “TENTANG GLOBAL ISLAMIC SCHOOL (GIS)

  1. Wow………sungguh menakjubkan. Betapa besar bakat di bisnisnya, dan luas wawasannya. Bagaimana jika sekarang diaplikasikan di bidang pemerintahan, dengan ikut meramaikan bursa calon bupatikebumen. Tapi jangan berhenti di calon saja, tunjukkan kalau mampu membangun kebumen manjadi lebih maju dan lebih diperhitungkan. Maju terus pantang mundur!!!!!!!!!!

  2. mamo cemani gombong

    semoga sukses bung Buyar . siapa nih calon wakilnya ? kok gombong adem aja apa karena ada calon dari gombong ? rekrut tokoh yang berpengaruh n Pengusahanya . pasti jos bung Buyar

  3. mantab,kami dukung yg berwawasan maju,yg inovatif,kreatif,untuk memajukan kebumen…

  4. walim, gombong

    per juangan memang masih panjang pak buyar.
    semoga sukses dlm pilkadanya.
    g cukup segini kemajuan kebumen.

  5. Novll A. Saleh

    Global Islamic School ….. is one of the best school in jakarta …..International Standard but in Indonesian setting … WOW …. you are the man of us .

  6. Stagnasi di Kebumen hanya bisa di rubah oleh pemimpin yang kreatif dan memiliki jiwa enterpreneurship yang tinggi..
    Selamat berjuang Pak….
    Kami selalu mendukungmu……

  7. mantep kang…
    aku ra nyangka…

  8. Ide untuk mendirikan sebuah perguruan tinggi yang dilontarkan oleh Pak Buyar merupakan gagasan yang sangat bagus. Secara geografis, Kebumen merupakan tempat yang sangat strategis karena lokasinya yang cukup jauh dari Yogyakarta, Semarang dan Purwokerto sehingga pendirian universitas negeri yang representatif yang mampu memenuhi minat, harapan dan kebutuhan warga Kebumen, khususnya generasi muda perlu mendapat dukungan kita semua. Sebagai warga Kebumen, sudah lama saya mendambakannya. Hasilnya memang tidak langsung bisa dinikmati karena ini merupakan investasi jangka panjang. Di samping itu aset Islamic Center perlu dimanfaatkan seoptimal mungkin demi kemajuan Islam di Kebumen, khususnya di bidang pendidikan Islam di Kebumen. Pengalaman Pak Buyar yang telah berhasil mendirikan dan mengembangkan lembaga pendidikan di Jakarta bisa ditularkan di Kebumen. Saya ikut mendoakan semoga keinginan Pak Buyar untuk menjadi bupati dapat terlaksana, dan semoga nantinya dapat membawa Kebumen lebih maju.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s