Spekulasi Pilkada Dua Putaran

Pemilu Kada Kabupaten Kebumen yang digelar 11 April 2010 kemarin, berujung pada sebuah spekulasi terjadinya “pertarungan” dua babak. Pada putaran pertama, diperkirakan tidak satu pun pasangan calon (paslon) yang berhasil meraih perolehan suara di atas 30 persen. Dan sesuai ketentuan, maka dua paslon teratas yang berhak maju ke putaran kedua.

Sesuai jadwal KPU, jika putaran kedua itu berlangsung, maka akan dilaksanakan pada hari Minggu, 6 Juni 2010. Itu artinya, ada jeda waktu sekitar dua bulan, untuk kembali memulai segala proses administrasi, pencetakan kartu suara, masa kampanye, hari tenang, dan pemungutan suara.

Mencermati hasil sementara, paslon Buyar Winarso – Djuwarni meraih suara terbesar dengan kisaran 29,05 persen. Itu artinya, hanya kurang 0,6 persen saja untuk memenangkan Pilkada satu putaran. Sedangkan urutan kedua ditempati paslon incumbent, Nashiruddin – Probo dengan perolehan suara sekitar 27 persen. Sedangkan, paslon di uturan ketiga adalah Poniman – Afifah dengan perolehan suara sekitar 23 persen, disusul pada urutan terakhir paslon Rustriyanto – Rini dengan raupan suara sekitar 21 persen.

Hal lain yang bisa kita cermati dari hasil Pemilu Kada tersebut adalah, adanya sebuah angin politik di masyarakat Kabupaten Kebumen bahwa rakyat pada umumnya menghendaki adanya “perubahan”. Dengan kata lain, ada isyarat rakyat Kebumen tidak lagi setuju dengan jargon “lanjutkan”.  (bt)

KPU Menghentikan Quick Count… Mengapa?

Mendadak, KPU Kebumen menghentikan tayangan quick count…. Mendadak, tayangan hitung cepat di Ratih TV juga mandeg setelah sebelumnya di sejumlah daerah terjadi gangguan penerimaan siaran. Masyarakat pun bertanya: Mengapa? Ada apa? Hingga postingan ini pukul 21.50, belum ada klarifikasi tentang kejadian penghentian penghitungan yang terkesan mendadak itu. (hhh)

Buyar – Nashir Teratas

Detik berganti detik, menit berganti menit…. angka demi angka tertera. Tidak terjadi susul-menyusul. Sejak pukul 16.00, pasangan nomor urut 3, Buyar Winarso – Djuwarni memimpin perolehan suara, disusul pasangan nomor 4, Nashiruddin – Probo. Sedangkan dua pasang lain, Poniman – Afifah dan Rustriyanto – Rini tercecer di urutan tiga dan empat.

Pukul 16.00, pasangan Buyar – Djuwarni ungul dengan 31,71% suara, disusul pasangan Nashiruddin – Probo dengan 29,14 persen. Angka terus bergerak. Pada pukul 19.00, posisi teratas masih Buyar – Djuwarni dengan 28,41%, disusul Nashiruddin – Probo 28,19%. Dan pada pukul20.00, posisi teratas tetap Buyar – Djuwarni dengan 28,97% dan Nashir – Probo dengan 28,22%. Hingga pukul 20.00, jumlah TPS yang telah terekap datanya sejumlah 1.471, dan menyisakan 599 TPS.

Data terakhir pukul 20.23 tercatat pergerakan, tetapi tidak signifikan. Pasangan Buyar – Djuwarni tetap memimpin dengan 28,27 persen, Nashir – Probo dg 27,08 persen. Kenaikan terjadi di pasangan nomor urut 1, Rustri – Rini 21,16% dan Poniman – Afifah dengan 23,48 persen.

Hingga postingan berita ini, pukul 20.15, tabulasi masih berlangsung. Jika trend yang terjadi tidak ada perubahan yang signifikan, hampir dapat dipastikan, Pemilu Kada Kabupaten Kebumen 2010, akan berlangsung dua putaran, dengan calonnya, Buyar – Djuwarni dan Nashir – Probo. (hhh)

Buyar Winarso – Djuwarni (Sementara) Unggul

Hari ini, Minggu 11 April 2010, Pilkada Kabupaten Kebumen tergelar dengan sangat lancar, aman, tertib. Kantor BW Center sejak tadi malam menyiapkan perangkat quick count (QC). Dan pukul 13.00, setelah penutupan dan proses penghitungan, lembaga QC langsung bergerak. Perangkat handphone berdering-dering di ruang QC.

Tak kurang dari 24 petugas QC yang bekerja secara sistematis berdasar basis Dapil (daerah pemilihan), langsung melakukan penghitungan secara manual. Semua data kemudian diproses tabulasi pada tujuh unit laptop.

Sementara itu, segenap kru BW Center membantu meng-cross-check dengan berbagai cara. Baik laporan Korcam-Kordes via telepon maupun sms. Tidak sedikit masyarakat yang datang ke BW Center menyerahkan catatan sederhana mengenai perolehan suara di sejumlah TPS.

Atas tabulasi sementara, Pasangan Buyar Winarso – Djuwarni unggul atas tiga kandidat lain. Berada di posisi kedua adalah pasangan Nashiruddin – Probo, Poniman – Afifah, dan Rustriyanto – Rini. Kemenangan pasangan Buyar – Djuwarni merata di 26 kecamatan dengan persentase yang bervariasi. (eyk)

Mbah Dur Dukung Buyar

Jarum jam menunjuk angka 07.00 di hari yang ke-21 (Minggu) bulan Maret yang lalu. Aliran jemaah pengajian Mapelhaj wilayah Kebumen Timur mulai mengalir menuju lapangan di depan SDN Wonokromo, Alian. Lokasinya, hanya berjarak sekitar 200 meter dari kediaman calon Bupati H. Buyar Winarso, SE.

Seiring merangkaknya jarum jam, bersamaan meningginya matahari, aliran massa makin deras. Tak jauh dari pintu gerbang kediaman Buyar, berjejer para among tamu. Di sebelah kanan berderet ibu-ibu, menyongsong para tamu wanita. Tampak di antara mereka antara lain calon wakil bupati, Djuwarni, Amd.Pd dan istri calon Bupati, Ibu Ninik Yuliani. Sementara di deret kiri jalan menuju lokasi, berjejer para among tamu. Tampak di sana, calon bupati Buyar Winarso, anggota tim sukses, Mahmud, dan beberapa tokoh masyarakat lain.

Sekitar pukul 10.30, datanglah KH. Abdurrahman Khudori atau yang akrab disapa Mbah Dur dari Magelang. Sebelum menuju ke lokasi acara, Mbah Dur singgah di kediaman Buyar Winarso. Sempat bercengkerama dengan para kiyai dan sesepuh masyarakat serta tokoh PKNU. Sekitar 15 menit kemudian, Mbah Dur berjalan kaki menuju lokasi acara.

Dalam tausyiahnya, Mbah Dur menguraikan hakikat agama, serta hal-ihwal mengenai kemabruran haji sesuai dengan basis massa yang hadir. Sekalipun begitu, sebagai Ketua Dewan Syuro PKNU, tak urung Mbah Dur juga menyampaikan sikapnya, baik selaku pribadi maupun selaku Ketua Dewan Syuro PKNU.

PKNU atau Partai Kebangkitan Nasional Ulama adalah salah satu partai pengusung kandidat bupati Kebumen, H. Buyar Winarso, SE. Alhasil, Mbah Dur pun berada di belakang barisan Buyar Winarso, mendukung, mendorong, dan mewujudkan harapan Kebumen ke depan lebih baik di tangan H. Buyar Winarso. Tentu saja menjadi tidak lazim manakala jemaah Mbah Dur, terlebih kader dan massa pendukung PKNU jika tidak berada dalam barisan yang sama dengan Mbah Dur.

Yang menarik adalah, selama acara berlangsung, Buyar Winarso tetap di rumah, tidak ikut hadir di tempat acara. Ia hanya tidak ingin, kehadirannya membuat pengajian tidak fokus. Terlebih, tanggal 21 Maret belum masanya berkampanye. Ia pun tidak ingin, jika didaulat panitia untuk berbicara, yang terjadi justru terlepas kata permohonan dukungan yang bisa dikategorikan berkampanye. “Untuk amannya, saya di rumah saja. Biar Panwas tidak repot,” katanya sambil tersenyum. (dol)

Spontanitas Buyar Winarso

Matahari belum lama menampakkan diri, ketika seseorang menyampaikan pesan dari Kuwarasan, ihwal musibah puting beliung yang memporakporandakan sejumlah rumah. “Saya harus ke sana,” komentar pendek Buyar Winarso setelah mendapat berita tersebut. Dan benar, tak lama kemudian ia pun meluncur dari Wonokromo menuju Kuwarasan.

Lokasi musibah berada di tengah desa. Tanpa adanya penunjuk jalan, niscaya bakal kesasar. Seorang perangkat desa yang baik hati, menuntun Buyar Winarso sampai ke lokasi musibah. Subhanallah, di tempat kejadian, sekitar sepuluh warga desa sedang bergotong royong membangun kembali rumah yang rata dengan tanah itu, dibantu aparat dari Koramil dan Polsek Kuwarasan. Sejumlah perangkat desa dan kecamatan juga tampak di situ.

“Seperti inilah tipikal bangsa kita yang sesungguhnya… kental rasa kebersamaannya… tinggi semangat gotong royongnya,” ujar Buyar saat sejenak duduk-duduk dan ngobrol bersama warga setempat di lokasi rumah yang sedang diperbaiki. Buyar sempat melihat-lihat dari dekat lokasi rumah yang sudah rata dengan tanah. Kini, melalui semangat gotong-royong, rumah itu dibangun kembali.

Kepada korban, Buyar juga sempat berbicara dari hati ke hati, menyampaikan empati, memberi semangat, menyirami hati yang sedih dengan ajakan tawakal serta kemauan mengambil hikmah yang ada di balik musibah itu. Terakhir, Buyar tampak dari kejauhan memberi tali kasih sebagai ungkapan rasa turut prihatin. Korban yang terdiri ayah dan putranya, tampak begitu terharu dan berterima kasih.

Seperti biasa, tangan kanan Buyar begitu ringan merengkuh, merangkul, dan mengusap rakyat yang tengah dirundung musibah. Tidak ada dialog resmi, karena semua peristiwa di lokasi musibah mengalir begitu alamiah. Termasuk saat Buyar ikut duduk-duduk bersama para pekerja dan aparat Koramil maupun Polksek yang berada di situ. Suasana santai dan begitu akrab.

Setelah cukup, Buyar didampingi sejumlah perangkat desa dan kecamatan menuju lokasi yang lain, masih di desa yang sama dengan berjalan kaki. Di sini, masih tampak bangunan dapur yang porak poranda. Buyar pun memberi sekadar bantuan tanda ikut prihatin kepada pemilik rumah.

Dari satu desa, masih di kecamatan Kuwarasan, Buyar meluncur ke desa yang lain, mendatangi korban serupa. Sepasang kakek-nenek penghuni rumah itu, sempat bengong, mungkin tak percaya demi melihat kehadiran Buyar Winarso. Apalagi tanpa canggung-canggung, Buyar langsung menuju ke lokasi belakang rumah yang rusak total.

Spontanitas Buyar Winarso, adalah bahasa hati. Ia bisa mengesampingkan sekian banyak jadwal “tebar pesona” yang dihadiri ratusan atau bahkan ribuan orang… demi mendatangi satu-dua orang rakyat yang sedang tertimpa musibah. (kcw)

Nomor 3… 3… Sekali lagi… 3

Poniman Kasturo sebagai calon wakil bupati pertama yang mengambil nomor urut (sesuai urutan kedatangan), melangkah ke kotak yang ada di meja Anggota KPU Daerah Kebumen. Pelan dia menarik “laci” case box dan mengambil amplop, merobeknya pelan, ekspresinya begitu serius cenderung tegang… 4… ya angka 4. Itulah angka urut pasangan Poniman – Ifah.

Selanjutnya, Rustriyanto  – Rini, maju sebagai pengambil nomor urut kedua. Sampai di depan meja, Rustriyanto memandang ke arah mbakyunya, Rustriningsih. Rustriningsih pun berjalan mendekat, mendampingi adiknya mengambil nomor urut. Satu… ya nomor urut 1 yang didapat.

Giliran Buyar Winarso – Djuwarni yang maju mengambil nomor undian. Keduanya tercatat sebagai pasangan yang mendaftar ke KPU di urutan ketiga… kemudian saat mengambil nomor urut, kebetulan juga di urutan ketiga (berdasar urutan kedatangan). dan hasilnya…. Nomor 3… ya, nomor 3!!! Serba kebetulan, 3, 3, dan 3. Angka yang konon diincar pasangan-pasangan lain.

Buyar Winarso – Djuwarni, resmi sudah menjadi calon Bupati dan calon Wakil Bupati dengan nomor urut  3 pada Pemilu Kepala Daerah Kebumen 11 April 2010 mendatang. Angka bagus, semoga membawa hasil bagus…. amin.

Terakhir, pasangan Nashiruddin – Probo yang datang saat acara sudah berlangsung. Mereka dengan sendirinya mengabil sisa amplop yang sudah pasti berisi nomor 2. Begitulah keseluruhan rangkaian pengundian nomor urut pasangan calon bupati dan wakil bupati Kebumen. (eyk)