Para Kades pun “Jatuh Hati”

Pasca Deklarasi Pencalonan H. Buyar Winarso, SE menjadi Bakal Calon Bupati Kebumen 2010 – 2015, Sabtu (16/1), dukungan terus mengalir. Gegap gempita deklarasi yang dimeriahkan pertunjukan wayang kulit spektakuler Ki Enthus Susmono, dengan sekejap menjalar ke seluruh pelosok Kabupaten Kebumen. Merebak di 26 kecamatan… tersiar di 460 desa/kelurahan yang ada.

Sabtu (23/1), sebanyak enam orang kepala desa bersilaturahmi dengan H. Buyar Winarso, SE di sebuah tempat di kawasan Karanganyar. Dalam kesempatan itu, keenam Kades itu menyatakan terharu dan sangat berterima kasih atas atensi Buyar terhadap mereka. Dalam kesempatan itu, mereka pun mengklarifikasi klaim sementara pihak yang menyebutkan bahwa para kades umumnya mendukung kandidat selain Buyar.

“Itu tidak benar. Ini era demokrasi. Kepala Desa tidak mungkin bisa disuruh mendukung salah satu kandidat. Kalau ada kepala desa yang mendukung salah-satu kandidat, bisa-bisa dia dilengserkan rakyatnya. Ingat, rakyat sekarang sudah sangat kritis,” ujar salah satu kepala desa, yang berperan sebagai juru bicara.

Ditambahkan, sebagai kades, mereka akan bersikap netral, tetapi sebagai pribadi, mereka menyatakan mendukung Buyar Winarso. Terlebih setelah mereka mengetahui track record atau prestasi dan perjalanan karier hidupnya yang sungguh menarik dan membanggakan. “Siapa menyangka, Pak Buyar yang semasa kecil begitu menderita, sekolah pun terkendala biaya, kini sudah bisa menjadi pengusaha sukses di Ibukota Jakarta. Ini sangat memotivasi kami. Pak Buyar benar-benar bisa menjadi teladan bagi warga Kebumen khususnya, dan bagi masyarakat luas pada umumnya,” ujar salah satu kades menimpali.

Perjalanan hidup Buyar Winarso, dari “bukan siapa-siapa” menjadi orang yang “luar biasa”, sungguh telah membuat para kades jatuh hati. “Kami sangat yakin, di bawah kepemimpinan Pak Buyar, Kebumen bisa sangat maju. Dengan kami mendukung pak Buyar, insya Allah niat kami adalah mewariskan Kebumen yang lebih baik bagi anak-cucu kami,” ujarnya.

Atas dukungan dan antusiasme mereka, Buyar Winarso pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih. Ia, dalam bahasa ringan dan akrab, memaparkan hal-hal yang membuat Kebumen tidak maju, sekaligus mengemukakan kiat-kiatnya memajukan Kebumen tercinta. Pemaparan dalam bahasa sehari-hari, diseling canda dan tawa, mengakibatkan suasana begitu cair dan akrab. Para Kades pun serta-merta dengan mudah menangkap gagasan-gagasan Buyar Winarso. (30)

4 responses to “Para Kades pun “Jatuh Hati”

  1. spa aja yg jd bupati,,q sih dukung aja yg pentig jujur, bsa mengayomi wong cilik,dan bsa memajukan kota kebumen ,bwt calon bupati yg klh dan pendukung,nya harap terima dengan legowo ,,to kang tobor plh spa hayoo jg golput oke,,

  2. ingat loh pak buyar, memimpin daerah tidak sama dengan memimpin sebuah perusahaan. bupati tidak memiliki otoritas penuh seperti lazimnya kehidupan suatu perusahaan. karena jabatan bupati banyak guide line-nya. ada dprd yang siap “membantah”, ada aturan2 yg jika salah sedikit saja bisa menimbulkan masalah hukum. dan bagian2 lain (birokrasi) yg siap menghadangnya.
    dah siap belum hayooo…???

    • Matur nuwun mas Key, sudah mengingatkan sy… Insya Allah saya siap menghadapi itu semua. Pada prinsipnya, ada perbedaan besar antara memimpin perusahaan dan memimpin pemerintahan. Sekalipun begitu, ada kesamaan filosofi, bahwa perusahaan dan pemerintahan, sama-sama mendedikaskan diri pada output kesejahteraan, baik kesejahteraan karyawan (perusahaan) dan rakya (pemerintahan).
      Di perusahaan ada RUPS, di pemerintahan ada Raker eksekutif dan legislatif.
      Atas dasar itu semua, saya sendiri memiliki prinsip “what the law says”. Insya Allah, saya akan berjalan pada koridor hukum. Sebaliknya, saya akan kikis apa pun yang melanggar hukum. Ditambah inovasi dan kerja keras, niscaya rakyat akan merasakan perubahan perbaikan, dalam waktu yang tidak terlalu lama. Insya Allah. Karenanya, saya mohon doa restu.

  3. Mas Buyar yth.
    Ada sebuah fenomena sekritis apapun para aktifis kampus menghujat sang pemimpin pemerintahan, tetapi anehnya telah masuk kedalam birokrasi meraka diam dan katut banyu “anyeb” tidak pernah menjadi “garam” seperti pesan Mbah K.H. Ahmad Dahlan. Dan banyu yang ada sekarang kebanyakan “buthek”. Monggo dos pundi ?

    Kalau boleh bersaran, harus ada extra ordinary plans and funds outside of APBD / RPJM to enpowering and strengthen the people’s earning.
    Because depend on APBD we can’t do more, especially in economic growth, invest’s raising and developmnet who take part to provide to minimize the Kebumen’s poverties.

    Best Regards, May Allah SWT bless all of you.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s