“Wangsit” = Uang Disit…

Lagi, Partai Amanat Nasional Kebumen menggelar ajang konsolidasi untuk wilayah Dapil IV, bertempat di Desa Sitiharjo, Kecamatan Klirong. Dalam kesempatan itu, kandidat bupati Kebumen, H. Buyar Winarso, SE hadir dan sempat mengadakan dialog dengan para kader PAN.

Setelah mengikuti paparan tentang profil Buyar Winarso, para peserta konsolidasi makin mantap mendukung dan memenangkan Buyar dalam Pilkada, 11 April 2010. Perjalanan seorang Buyar Winarso, berangkat dari Desa Wonokromo ke Jakarta sebagai orang biasa-biasa saja. Kini, ia telah menjelma menjadi manusia luar biasa. Dengan berbekal semangat membaja, kerja keras dan menjaga amanah, dia berhasil melewati berbagai rintangan dan tantangan di Ibukota.

Sukses itu begitu terukur dan nyata. Sejumlah perusahaan telah dibidaninya, dan berkembang bagus, mulai dari perusahaan pengerah jasa TKI, biro perjalanan, dan mendirikan perguruan Global Islamic School yang begitu kesohor, berkat kualitas dan standar internasional yang diterapkannya. Buyar berprinsip hendak mematahkan stigma bahwa sekolah “Islam” terbelakang. Ia buktikan, bahwa Global Islamic School bisa dibanggakan. Terbukti, dalam UAN terakhir, perguruan yang didirikannya mampu bertengger di 10 besar se-DKI Jakarta.

Karenanya, dalam dialog antara Buyar Winarso dan para kader PAN, tampak aroma yang solid. Dukungan yang mengkristal. “Kami sadar, masih banyak di antara masyarakat yang menentukan pilihannya berdasar ‘wangsit’…,” ujar seorang kader PAN, seraya jeda sejenak karena audiens bergemuruh tertawa-tawa… “ya… memang sudah pada tahu, yang dimaksud ‘wangsit’ adalah uang disit…. Tetapi buat kemenangan pak Buyar, ada atau tidak ada uang, kami tetap bersemangat, karena kami yakin, pak Buyar-lah yang mampu membawa perubahan ke arah kemajuan di Kebumen,” pungkasnya, disusul tepuk tangan riuh hadirin.

Kader lain bahkan usul, agar biografi ringkas Buyar Winarso dicetak dalam jumlah yang banyak, dan disebar ke seluruh masyarakat. “Keteladanan beliau pak Buyar, sangat penting untuk memotivasi masyarakat. Prinsipnya, kerja keras, mental baja, dan memegang teguh setiap amanah yang diterimanya, insya Allah mampu mendatangkan kesuksesan. Pak Buyar sudah membuktikannya, dan kami bangga memiliki calon Bupati seperti pak Buyar,” ujar kader yang lain.

Menanggapi berbagai pertanyaan, komentar, dan tanggapan kader PAN, Buyar Winarso pertama-tama mengucapkan terima kasih. Ia membenarkan, perjalanan hidupnya memang tidak mulus. Bahkan dalam kesempatan itu ada salah satu kader PAN yang ternyata pernah indekos bareng Buyar. Alhasil, terjadilah pemandangan yang mengharukan, di mana dua sahabat yang telah terpisah lebih 25 tahun, bisa bertemu lagi.

Atas kejadian itu, Buyar merasa sangat bersyukur, karena dengan pencalonan dia dalam bursa calon Bupati Kebumen 2010 – 2015, ia menemukan kembali sejumlah teman lama, dan bisa menjalin kembali tali silaturahmi. “Rasanya, tidak ada yang saya tutup-tutupi tentang masa lalu saya… di ruang ini hadir teman kos saya, dia tahu persis bagaimana saya dulu…,” ujar Buyar, yang disambut teman lamanya itu, “Iya, saya tahu persis bagaimana dulu… saya tahu prihatinnya pak Buyar. Saya ini teman kosnya, saya tahu masa lalunya, dan saya bangga sekali beliau sudah menjadi orang sukses sekarang. Salut, dan patut menjadi teladan kita semua. Beliaulah figur yang bisa memajukan Kebumen. Insya Allah.” (tung)

6 responses to ““Wangsit” = Uang Disit…

  1. Semoga sukses wong gunung dadi bupati. Nanti pembangunan harus dimulai dari nggunung bukan digunduli tapi disetting gunung sebagai resort yang indah dan penuh hasil hortikultura yang bisa saja dieksport ke Asia Tenggara bahkan ke Cina jangan malah sebaliknya.
    Kita tidak sepakat wangsit apa2 duwit disit nanti jadi tidak baik dibelakang dan dia

  2. Tidak baik dibelakang dan akhirnya menjadikan air dihulu dan dihilir tidak sebening embun pagi.

    Hidup adalah perbuatan, sedang perbuatan selalu diperhitungkan, sedang perhitungan selalu menemukan plus dan minus, sehingga hidup jangan sampai terjerumus.

  3. mamo cemani gombong

    wangsit….wangsit…..wangsit……uwangnya disit ….hal itu pasti terjadi di RS ,pasien mau dioprasi dgn biaya mahal ….tanpa jamkesmas tentunya wangsit akan terjadi . diapotik terjadi wangsit lagi obat2 an apalagi yang mahal ….. naaaaaah kalao dipolitik apa iya gak ada wangsit ????? SUKSES BUDJUR,….BUYAR MADJU ( MAMA DJUWARNI )

  4. Novll A. Saleh

    ان شاء الله ان تكون من الفائزين لانك لالستاد القائد و المب الينا

  5. Novll A. Saleh

    انت المحب لنا و لبلدنا

  6. Maju terus pantang mundur

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s