Pengukuhan Calon Wakil Bupati

Sabtu (13/2), jalan raya menuju Balai Desa Kemukus, Gombong begitu meriah. Umbul-umbul aneka warna menghias kanan-kiri jalan. Di depan Balai Desa, didirikan panggung “Pengukuhan Djuwarni, Amd.Pd menjadi Calon Wakil Bupati mendampingi H. Buyar Winarso, SE”.

Dalam sambutan pengukuhan, Buyar Winarso mengemukakan kembali alasan-alasan ia memilih Djuwarni menjadi calon pendampingnya memajukan Kebumen lima tahun ke depan. Yang pertama, ujar Buyar, “Saya memang tidak memilih yang paling tinggi popularitasnya, tetapi saya memilih yang paling rendah resistensinya.”

Dengan kata lain, tambahnya, Buyar mencari wakil yang bebas dari konflik. Sebab, ada pameo menyebutkan, sangat mudah mencari seribu musuh, tetapi sangat sulit mencari seorang teman. Sedangkan untuk membangun Kebumen ke depan, diperlukan suasana kondusif di semua elemen masyarakat. Karenanya, sejak awal mencanangkan tekad maju dalam Pilkada 2010, Buyar melambari langkahnya dengan menjalin komunikasi dan silaturahmi dengan berbagai pihak.

Alasan kedua adalah, Buyar mencari calon wakil yang bisa dan terbiasa bekerja keras. Sebab, untuk memajukan Kebumen, tidak bisa dikerjakan dengan biasa-biasa saja. Dengan APBD yang rendah untuk sebuah wilayah dengan luas seperti Kebumen, jelas dibutuhkan kerja keras. Jika membangun Kebumen hanya bermodal APBD pas-pasan, hampir dapat dipastikan, ke depan Kebumen tidak akan mengalami sebuah kemajuan yang signifikan.

Kemajuan adalah satu kata yang mutlak diperlukan bagi Kebumen. Pertumbuhan ekonomi yang di bawah rata-rata nasional, adalah indikasi tidak bertumbuhnya ekonomi secara signifikan. Lambatnya pergerakan ekonomi, berbanding paralel dengan kemajuan tingkat kesejahteraan rakyatnya. “Untuk meningkatkan PAD hingga seratus bahkan dua ratus persen, diperlukan ekstra kerja keras, ekstra kerja cerdas,” tandas Buyar.

Alasan ketiga Buyar memilih Djuwarni adalah karena ia mencari calon wakil yang bersih dari KKN. “Karena saya tidak mau jika dalam proses pemilihan atau pasca pilkada, wakil saya terseret kasus, baik pidana maupun perdata,” tandasnya.

Selanjutnya, Buyar memilih calon wakil yang bisa diterima oleh sebanyak mungkin kalangan: Politisi, birokrasi, kalangan agama, dan seluruh elemen masyarakat yang lain. Guru, adalah figur paling netral. “Dan yang tidak kalah penting, adalah faktor berpotensi menambah jumlah pemilih. Ibu Djuwarni, dalam kapasitas sebagai guru, sangat mungkin didukung oleh segenap elemen pendidikan, para murid dan orang tua murid, hingga masyarakat luas yang respek terhadap profesi guru,” tegasnya.

Dan kriteria-kriteria lain yang kesemuanya berjumlah 10. Jadi, pemilihan Djuwarni menjadi calon wakil bupati mendampingi Buyar Winarso dalam Pilkada 11 April 2010 nanti, sudah melalui pertimbangan yang matang.
“Terakhir, saya kutipkan sebuah cuplikan sejarah besar yang terjadi bulan Agustus tahun 1945, yakni peristiwa pengeboman Hiroshima dan Nagasaki oleh Amerika Serikat. Pasca hancurnya dua kota tadi, Jepang lumpuh, dan kalah perang. Apa kata Kaisar Hirohito ketika itu? Dia pertama-tama bertanya kepada panglima perangnya, “BERAPA JUMLAH GURU YANG MASIH HIDUP ???”

Ya, dengan GURU, Hirohito kembali membangun Jepang. Karena Jepang tahu, kemajuan sebuah bangsa terletak pada kualitas guru atau pendidikannya. Semoga, dengan Ibu Djuwarni menjadi Wakil Bupati Kebumen, maka KEBUMEN akan BANGKIT DARI KETERTINGGALAN…. menuju KEBUMEN MAJU yang BAROKAH. (kli)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s