“Lek-lekan” Bersama Djuwarni

Sejak H. Buyar Winarso, SE mengumumkan namanya menjadi calon wakil bupati yang bakal mendampinginya pada Pilkada Kebumen, 11 April 2010, nama Djuwarni sontak mencuat. Jika sebelumnya ia laksana mutiara terpendam dari Kemukus, dikenal bagus hanya oleh lingkungan dekat, saat ini masyarakat di luar Gombong, mulai mengenal siapa Djuwarni.

Kata-kata indah saja tidak cukup. Kalimat-kalimat penguat saja masih kurang. Masyarakat memerlukan kehadirannya. Warga menginginkan bisa bertatap muka dan berdialog langsung dengan Djuwarni. Alhasil, hari-hari terakhir, Djuwarni nyaris menghabiskan waktu dengan mengunjungi satu acara ke acara lainnya. “Bangun pagi sudah biasa… yang belum biasa adalah tidur larut,” ujar Djuwarni, saat bertatap muka dengan Korcam, para kordes, dan tokoh masyarakat se-Kecamatan Ayah, Sabtu (20/2).

Seperti pertemuan malam itu, Djuwarni baru tiba di lokasi sekitar pukul 23.30, hampir tengah malam! Tapi toh, masyarakat setempat belum mau beringsut dari tempat duduknya. Setelah dialog dengan tim BW Center, setelah makan malam, setelah mengobrol santai, hingga tiba Djuwarni di tempat acara. Usai perkenalan dan memberi pengarahan, toh hadirin menolak ketika MC hendak mengakhiri acara dengan pembacaan doa. Hadirin menghendaki dibuka lagi sesi tanya-jawab dengan calon wakil bupati pendamping Buyar Winarso itu.

Tak ayal, dialog pun kembali digelar dengan hangat. Padahal, waktu terus bergulir melewati batas tengah malam. “lek-lekan” bersama Djuwarni. Tiada nada kelelahan dari Djuwarni dalam menjawab semua pertanyaan. Seperti ia nyatakan, bahwa sekalipun aktivitasnya sangat padat, tetapi ia melakukannya dengan semangat. Termasuk ketika ia masuk ke wilayah pegunungan di kawasan Ayah. “Nganti awakku lara kabeh… tapi tetap semangat,” ujar Djuwarni disambut tawa hadirin.

Djuwarni juga sadar, bahwa masih banyak warga masyarakat Kabupaten Kebumen yang harus ia datangi. Dengan kepiawaiannya bernyanyi dan mengaji, Djuwarni praktis masuk ke semua lapisan masyarakat dengan sambutan hangat. Agenda yang begitu padat, komitmen yang tinggi untuk bekerja keras, sudah ditunjukkan, tidak saja saat ia masih aktif menjadi guru, tetapi juga saat ini, saat ia dalam perjalanan menuju jabatan Wakil Bupati Kebumen. (sgk)

2 responses to ““Lek-lekan” Bersama Djuwarni

  1. Pekerjaan yang terberat bagi ketua/wakil kepala daerah adalah menepati janji karena perlu pengorbanan dan perjuangan tanpa memikirkan keuntungan pribadi bila itu bisa menjadi yang pribadi yang semeleh disitu akan terdapat pengabdian yang sejati. Jadi hindari kepentingan pribadi dan golongan serta dahulukan kemakmuran rakyat tanpa pamrih. Majulah untuk keadilan karena Guru adalah Bisa Digugu dan Ditiru.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s