Traditional Performing Art, Iringi Langkah Buyar-Djuwarni Daftarkan Diri

Coba tanyakan kepada Buyar Winarso dan Djuwarni, pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Kebumen 2010-2015, apakah dia merancang konsep khusus untuk mendaftar ke KPUD Kebumen? Mereka akan menjawab: “Tidak”. Lantas, bagaimana acara mendaftar ke KPUD bisa begitu meriah, atraktif, dan simpatik?

Usut punya usut, ini adalah kerja tim sukses H. Buyar Winarso – Djuwarni, Amd.Pd, yang terdiri atas BW Center, Tim Koalisi Kebumen Bersatu, dan partisipasi aktif masyarakat (baca: relawan). Merekalah yang berinisiatif mendesain acara pendaftaran ke KPUD agar meriah. Itu pula yang dirasakan masyarakat kota Kebumen, Jumat (26/2) sekitar pukl 15.00, saat berlangsung parade Buyar Winarso – Djuwarni menuju KPUD Kebumen yang terletak di komplek Pemda Kabupaten Kebumen.

Terhimpunlah sedikitnya lima kelompok seni tradisional yang mengawali parade pasangan Buyar – Djuwarni menuju KPU dengan berjalan kaki, mengambil garis start dari depan kantor BW Center di Jalan Pahlawan, Kebumen. Yang menarik, parade tadi dipandu sepasang kuda terlatih, yang bisa berjingkrak, berjalan tap-tap, maju-mundur dan berputar, mengikuti alunan musik pengiring di belakangnya. Sungguh dua kuda cantik yang pintar. Sayang, hingga naskah ini diposting, tak terjawab pertanyaan tentang asal-usul kuda itu, hingga apakah kedua kuda pintar itu juga memiliki nama yang cantik?

Dan ternyata, Buyar Winarso pun terkesan dengan traditional performing art yang disajikan tim suksesnya. “Saya tidak nyangka akan dikemas sebagus ini. Saya juga berterima kasih, bahwa ternyata rakyat antusias menyumbangkan kelompok kesenian mereka untuk ikut memeriahkan hari penting ini,” ujar Buyar Winarso, seusai pendaftaran.

Ketika ditanyakan khusus tentang “penampilan” dua kuda pintar sebagai “cucuk lampah” parade sore hari itu, Buyar tertawa, “Nanti kalau saya sudah jadi bupati Kebumen, saya akan daftarkan masuk MURI, sebagai kuda yang pandai menari….eh tunggu…. bukan hanya itu, kalau kepintaran kuda itu hasil didikan instruktur, akan saya fasilitasi intruktur itu untuk membuka sekolah tari khusus kuda…. ha…ha…ha…”

Terbayang, baru melihat kuda bisa menari saja, ide Buyar sudah berhamburan seperti itu. Propaganda kuda bisa menari yang direkam di Museum Rekor Indonesia (MURI), tentu saja akan terekspose secara nasional. Kemudian, ide di Kebumen ada Sekolah Tari untuk Kuda? Bayangkan, bukan saja pengusaha sirkus Indonesia yang akan menyekolahkan kuda mereka, tetapi juga Kebumen bisa mengekspor kuda yang pandai menari ke manca negara. (kgn)

2 responses to “Traditional Performing Art, Iringi Langkah Buyar-Djuwarni Daftarkan Diri

  1. Selamat, dengan kemerihan yang terjadi tapi akan lebih menyenagkan jika kemerihan itu karena terwujudnya angan angan atau terlaksananya janji sebagai kepala/wakil daerah yang sudah anda janjikan, karena rakyat sudah pandai dan mengerti dan jangan sekali-kali dipermainkan karena janji anda adalah langkah membangun kebumen dengan ikhlas dan tanggung jawab. Terus maju dengan semangat pantang menyerah dan dengan restu Allah SWT.

  2. mamo cemani gombong

    Amiiiin yaa rabbal allamiin….. buat ror apa maksud anda” MULUTMU HARIMAUMU”……..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s