Tag Archives: koramil

Spontanitas Buyar Winarso

Matahari belum lama menampakkan diri, ketika seseorang menyampaikan pesan dari Kuwarasan, ihwal musibah puting beliung yang memporakporandakan sejumlah rumah. “Saya harus ke sana,” komentar pendek Buyar Winarso setelah mendapat berita tersebut. Dan benar, tak lama kemudian ia pun meluncur dari Wonokromo menuju Kuwarasan.

Lokasi musibah berada di tengah desa. Tanpa adanya penunjuk jalan, niscaya bakal kesasar. Seorang perangkat desa yang baik hati, menuntun Buyar Winarso sampai ke lokasi musibah. Subhanallah, di tempat kejadian, sekitar sepuluh warga desa sedang bergotong royong membangun kembali rumah yang rata dengan tanah itu, dibantu aparat dari Koramil dan Polsek Kuwarasan. Sejumlah perangkat desa dan kecamatan juga tampak di situ.

“Seperti inilah tipikal bangsa kita yang sesungguhnya… kental rasa kebersamaannya… tinggi semangat gotong royongnya,” ujar Buyar saat sejenak duduk-duduk dan ngobrol bersama warga setempat di lokasi rumah yang sedang diperbaiki. Buyar sempat melihat-lihat dari dekat lokasi rumah yang sudah rata dengan tanah. Kini, melalui semangat gotong-royong, rumah itu dibangun kembali.

Kepada korban, Buyar juga sempat berbicara dari hati ke hati, menyampaikan empati, memberi semangat, menyirami hati yang sedih dengan ajakan tawakal serta kemauan mengambil hikmah yang ada di balik musibah itu. Terakhir, Buyar tampak dari kejauhan memberi tali kasih sebagai ungkapan rasa turut prihatin. Korban yang terdiri ayah dan putranya, tampak begitu terharu dan berterima kasih.

Seperti biasa, tangan kanan Buyar begitu ringan merengkuh, merangkul, dan mengusap rakyat yang tengah dirundung musibah. Tidak ada dialog resmi, karena semua peristiwa di lokasi musibah mengalir begitu alamiah. Termasuk saat Buyar ikut duduk-duduk bersama para pekerja dan aparat Koramil maupun Polksek yang berada di situ. Suasana santai dan begitu akrab.

Setelah cukup, Buyar didampingi sejumlah perangkat desa dan kecamatan menuju lokasi yang lain, masih di desa yang sama dengan berjalan kaki. Di sini, masih tampak bangunan dapur yang porak poranda. Buyar pun memberi sekadar bantuan tanda ikut prihatin kepada pemilik rumah.

Dari satu desa, masih di kecamatan Kuwarasan, Buyar meluncur ke desa yang lain, mendatangi korban serupa. Sepasang kakek-nenek penghuni rumah itu, sempat bengong, mungkin tak percaya demi melihat kehadiran Buyar Winarso. Apalagi tanpa canggung-canggung, Buyar langsung menuju ke lokasi belakang rumah yang rusak total.

Spontanitas Buyar Winarso, adalah bahasa hati. Ia bisa mengesampingkan sekian banyak jadwal “tebar pesona” yang dihadiri ratusan atau bahkan ribuan orang… demi mendatangi satu-dua orang rakyat yang sedang tertimpa musibah. (kcw)

Advertisements