Tag Archives: PAN

Dua Ratus Lima Puluh Juta per Desa

Sebanyak 36 desa di tiga kecamatan di wilayah Kebumen (Ayah, Puring, Petanahan) segera menerima dana masing-masing Rp 250 juta. Dana tersebut adalah dana PPIP (Program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan) tahun 2010, yang bersumber dari APBN 2010.

Pencairan dana PPIP tersebut dimungkinkan setelah ditanda-tangani oleh Ir. Taufik Kurniawan, MM ( Ketua Komisi V DPR RI /Sekjen DPP PAN ) dan Agus Widjanarko (Sekjen Kementerian PU). Kabar baik itu dikemukakan langsung oleh It Taufik Kurniawan kepada 36 Kades, dalam pertemuan di Prembun, beberapa waktu lalu.

Pada saatnya, kucuran dana akan langsung ditransfer ke Rek. OMS (Organisasi Masyarakat Desa [OMS) di masing-masing desa penerima dana PPIP.

Dalam kesempatan itu, Taufik Kurniawan didampingi Ketua DPD PAN Kabupaten Kebumen, Barli Halim, SE dan kandidat bupati Kebumen, H. Buyar Winarso, SE serta calon wakilnya, Djuwarni, Amd.Pd. Pasangan Buyar – Djuwarni adalah pasangan calon bupati-wakil bupati yang diusung Koalisi Kebumen Bersatu, yang terdiri atas PAN, PPP, PKNU, dan Gerindra. (eee)

Advertisements

“Walet Emas” di Ratih TV

Ratih TV, dengan program “Pesona Kandidat”, menampilkan figur para kandidat bupati Kebumen yang akan bersaing dalam bursa Pilkada 2010. Hari Rabu (3/2) pukul 19.00 – 21.00, kandidat Buyar “Walet Emas” Winarso tampil dengan gaya khas yang bersahaja. Ia didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Kebumen, Yusuf Cahyono dan Ketua DPD PAN Kebumen, Barli Halim.

Selain bertanya jawab dengan host, Buyar Winarso juga berkesempatan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat Kebumen, baik lewat sambungan telepon maupun lewat sms. Bahkan audiens yang didatangkan dari kalangan masyarakat umum (non anggota BW Center), juga sempat bertanya-jawab, baik saat acara berlangsung maupun setelah acara usai. Kesan umum yang tertangkap, dan ini terepresentasikan dalam sms-sms yang masuk adalah, “Buyar Winarso bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya”.

Bisa dipahami. Sikap sehari-harinya memang seperti itu. Awalnya memang hanya keluarga, orang, dan masyarakat di sekitarnya yang tahu. Akan tetapi, melalui serentetan aktivitas turun langsung ke tengah masyarakat, karakter asli Buyar Winarso yang bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya itu mulai dikenal lebih luas lagi. Nah, interaksi dan penampilan langsung di acara “Pesona Kandidat” di Ratih TV makin banyak masyarakat Kebumen yang mengetahui hal itu.

Menjawab pertanyaan mulai dari aspek politis, sampai ke bidang-bidang kongkrit seperti sektor pertanian, pendidikan, perdagangan, olahraga, bidang-bidang sosial kemasyarakatan, sosial keagamaan, dan lain-lain, Buyar kembali membuktikan spontanitas dan kecerdasannya. Ini sekaligus menepis sebagian kecil masyarakat yang meragukan pemahaman Buyar Winarso terhadap peta pesoalan di Kebumen. Hal itu mengingat lebih 20 tahun ia merantau di Jakarta, berangkat dari anak desa sederhana hingga menjadi pengusaha sukses.

“Meski tinggal dan berjuang di Jakarta, tetapi tidak sekalipun saya melewatkan Lebaran di luar Kebumen. Jadi setiap Lebaran saya pulang ke Wonokromo. Di luar momen Lebaran, saya juga sering pulang ke Kebumen dan tetap menjalin tali silaturahmi dengan saudara, kerabat, teman lama, dan berbagai elemen masyarakat yang ada,” tutur ayah tiga orang anak ini.

Kembali ke performanya yang memikat di Ratih TV. Ia menjawab semua persoalan dengan lugas. Tampak benar, semangatnya adalah mengurai masalah, menyingkirkan belenggu stagnasi, serta mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kebumen. Muara dari menggelindingnya perekonomian tentu saja adalah meingkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tidak adil rasanya kalau kita membiarkan masyarakat Kebumen hidup begini-begini saja. Lebih tidak adil lagi kalau ini kita biarkan. Harus ada generasi yang mengubah paradigma Kebumen sebagai kota pensiun, kota mati. Harus ada yang berani membawa Kebumen ke perubahan. Perubahan ke arah kemajuan yang barokah,” ujar Buyar mantap. (PTS)

“Wangsit” = Uang Disit…

Lagi, Partai Amanat Nasional Kebumen menggelar ajang konsolidasi untuk wilayah Dapil IV, bertempat di Desa Sitiharjo, Kecamatan Klirong. Dalam kesempatan itu, kandidat bupati Kebumen, H. Buyar Winarso, SE hadir dan sempat mengadakan dialog dengan para kader PAN.

Setelah mengikuti paparan tentang profil Buyar Winarso, para peserta konsolidasi makin mantap mendukung dan memenangkan Buyar dalam Pilkada, 11 April 2010. Perjalanan seorang Buyar Winarso, berangkat dari Desa Wonokromo ke Jakarta sebagai orang biasa-biasa saja. Kini, ia telah menjelma menjadi manusia luar biasa. Dengan berbekal semangat membaja, kerja keras dan menjaga amanah, dia berhasil melewati berbagai rintangan dan tantangan di Ibukota.

Sukses itu begitu terukur dan nyata. Sejumlah perusahaan telah dibidaninya, dan berkembang bagus, mulai dari perusahaan pengerah jasa TKI, biro perjalanan, dan mendirikan perguruan Global Islamic School yang begitu kesohor, berkat kualitas dan standar internasional yang diterapkannya. Buyar berprinsip hendak mematahkan stigma bahwa sekolah “Islam” terbelakang. Ia buktikan, bahwa Global Islamic School bisa dibanggakan. Terbukti, dalam UAN terakhir, perguruan yang didirikannya mampu bertengger di 10 besar se-DKI Jakarta.

Karenanya, dalam dialog antara Buyar Winarso dan para kader PAN, tampak aroma yang solid. Dukungan yang mengkristal. “Kami sadar, masih banyak di antara masyarakat yang menentukan pilihannya berdasar ‘wangsit’…,” ujar seorang kader PAN, seraya jeda sejenak karena audiens bergemuruh tertawa-tawa… “ya… memang sudah pada tahu, yang dimaksud ‘wangsit’ adalah uang disit…. Tetapi buat kemenangan pak Buyar, ada atau tidak ada uang, kami tetap bersemangat, karena kami yakin, pak Buyar-lah yang mampu membawa perubahan ke arah kemajuan di Kebumen,” pungkasnya, disusul tepuk tangan riuh hadirin.

Kader lain bahkan usul, agar biografi ringkas Buyar Winarso dicetak dalam jumlah yang banyak, dan disebar ke seluruh masyarakat. “Keteladanan beliau pak Buyar, sangat penting untuk memotivasi masyarakat. Prinsipnya, kerja keras, mental baja, dan memegang teguh setiap amanah yang diterimanya, insya Allah mampu mendatangkan kesuksesan. Pak Buyar sudah membuktikannya, dan kami bangga memiliki calon Bupati seperti pak Buyar,” ujar kader yang lain.

Menanggapi berbagai pertanyaan, komentar, dan tanggapan kader PAN, Buyar Winarso pertama-tama mengucapkan terima kasih. Ia membenarkan, perjalanan hidupnya memang tidak mulus. Bahkan dalam kesempatan itu ada salah satu kader PAN yang ternyata pernah indekos bareng Buyar. Alhasil, terjadilah pemandangan yang mengharukan, di mana dua sahabat yang telah terpisah lebih 25 tahun, bisa bertemu lagi.

Atas kejadian itu, Buyar merasa sangat bersyukur, karena dengan pencalonan dia dalam bursa calon Bupati Kebumen 2010 – 2015, ia menemukan kembali sejumlah teman lama, dan bisa menjalin kembali tali silaturahmi. “Rasanya, tidak ada yang saya tutup-tutupi tentang masa lalu saya… di ruang ini hadir teman kos saya, dia tahu persis bagaimana saya dulu…,” ujar Buyar, yang disambut teman lamanya itu, “Iya, saya tahu persis bagaimana dulu… saya tahu prihatinnya pak Buyar. Saya ini teman kosnya, saya tahu masa lalunya, dan saya bangga sekali beliau sudah menjadi orang sukses sekarang. Salut, dan patut menjadi teladan kita semua. Beliaulah figur yang bisa memajukan Kebumen. Insya Allah.” (tung)

Siapa Wakilnya?

Pertanyaan di atas mulai marak akhir-akhir ini. Terlebih pasca deklarasi yang meriah, Sabtu, 16 Januari 2010 yang lalu. Pada kesempatan itu, tiga partai mengusung, PPP, PAN, dan PKNU memang hanya mendeklarasikan H. Buyar Winarso, SE sebagai bakal calon Bupati Kebumen 2010-2015. Artinya, ketiga pimpinan parpol itu sama sekali tidak menyebut-nyebut siapa bakal calon wakil yang akan mendampingi Buyar.

Usai penandatanganan naskah deklarasi, lagi-lagi puluhan ribu pengunjung yang antusias menyaksikan di Alun-alun Kebumen, menanti dengan harap-harap cemas tentang siapa figur calon pendamping Buyar. Sebab, usai penadatanganan naskah deklarasi, agendanya adalah pidato politik Buyar Winarso. Apa yang terjadi? Buyar pun tidak menyebut nama kandidat yang bakal mendampinginya menjadi Wakil Bupati Kebumen 2010 – 2015.

Bahkan, ketika usai menyerahkan wayang kepada dalang Ki Enthus Susmono di atas panggung, Buyar dicegat para wartawan sebelum kembali ke tempat duduk. Para wartawan pun menanyakan ihwal siapa calon wakilnya. Nah, di situ barulah Buyar Winarso secara diplomatis menjawab, “Tentang wakil, saya mohon doa restu masyarakat semua, semoga mendapat figur terbaik. Nama-nama mereka, sudah ada di kantong saya,” ujar Buyar sambil tersenyum.

Nama-nama figur yang telah didekati untuk bersedia menjadi wakil bupati memang sudah ada di kantong Buyar Winarso. Nama-nama itu masuk dari berbagai pihak, baik partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi, dan lain sebagainya. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan mereka. Semua potensial. Semua berpeluang. Saya bangga, Kebumen sejatinya memiliki banyak sekali SDM unggulan. Sayang, selama ini peran mereka belum optimal,” ujar Buyar lagi.

Hari-hari ini, H. Buyar Winarso bersama tim sukses masih terus menggodog figur bakal calon wakil. Berbagai bentuk komunikasi terus dijalin, baik dengan koalisi partai politik pengusung, maupun dengan berbagai elemen masyarakat lain. “Saya sadar, siapa pun yang saya pilih, tentu memiliki konsekuensi diterima dan tidak diterima. Atas kondisi itu, saya hanya berharap, masyarakat mengetahui, bahwa pemilihan bakal calon pendamping sudah melalui proses panjang, menggunakan berbagai parameter, dan tentu saja dengan melakukan apa yang diistilahkan ‘tes pasar’. Lebih dari itu, saya pribadi memiliki kriteria khusus, sebab betapa pun dia akan menjadi wakil saya,” paparnya. (kli)