Tag Archives: pilkada

Buyar Winarso – Djuwarni (Sementara) Unggul

Hari ini, Minggu 11 April 2010, Pilkada Kabupaten Kebumen tergelar dengan sangat lancar, aman, tertib. Kantor BW Center sejak tadi malam menyiapkan perangkat quick count (QC). Dan pukul 13.00, setelah penutupan dan proses penghitungan, lembaga QC langsung bergerak. Perangkat handphone berdering-dering di ruang QC.

Tak kurang dari 24 petugas QC yang bekerja secara sistematis berdasar basis Dapil (daerah pemilihan), langsung melakukan penghitungan secara manual. Semua data kemudian diproses tabulasi pada tujuh unit laptop.

Sementara itu, segenap kru BW Center membantu meng-cross-check dengan berbagai cara. Baik laporan Korcam-Kordes via telepon maupun sms. Tidak sedikit masyarakat yang datang ke BW Center menyerahkan catatan sederhana mengenai perolehan suara di sejumlah TPS.

Atas tabulasi sementara, Pasangan Buyar Winarso – Djuwarni unggul atas tiga kandidat lain. Berada di posisi kedua adalah pasangan Nashiruddin – Probo, Poniman – Afifah, dan Rustriyanto – Rini. Kemenangan pasangan Buyar – Djuwarni merata di 26 kecamatan dengan persentase yang bervariasi. (eyk)

Advertisements

Para Kades pun “Jatuh Hati”

Pasca Deklarasi Pencalonan H. Buyar Winarso, SE menjadi Bakal Calon Bupati Kebumen 2010 – 2015, Sabtu (16/1), dukungan terus mengalir. Gegap gempita deklarasi yang dimeriahkan pertunjukan wayang kulit spektakuler Ki Enthus Susmono, dengan sekejap menjalar ke seluruh pelosok Kabupaten Kebumen. Merebak di 26 kecamatan… tersiar di 460 desa/kelurahan yang ada.

Sabtu (23/1), sebanyak enam orang kepala desa bersilaturahmi dengan H. Buyar Winarso, SE di sebuah tempat di kawasan Karanganyar. Dalam kesempatan itu, keenam Kades itu menyatakan terharu dan sangat berterima kasih atas atensi Buyar terhadap mereka. Dalam kesempatan itu, mereka pun mengklarifikasi klaim sementara pihak yang menyebutkan bahwa para kades umumnya mendukung kandidat selain Buyar.

“Itu tidak benar. Ini era demokrasi. Kepala Desa tidak mungkin bisa disuruh mendukung salah satu kandidat. Kalau ada kepala desa yang mendukung salah-satu kandidat, bisa-bisa dia dilengserkan rakyatnya. Ingat, rakyat sekarang sudah sangat kritis,” ujar salah satu kepala desa, yang berperan sebagai juru bicara.

Ditambahkan, sebagai kades, mereka akan bersikap netral, tetapi sebagai pribadi, mereka menyatakan mendukung Buyar Winarso. Terlebih setelah mereka mengetahui track record atau prestasi dan perjalanan karier hidupnya yang sungguh menarik dan membanggakan. “Siapa menyangka, Pak Buyar yang semasa kecil begitu menderita, sekolah pun terkendala biaya, kini sudah bisa menjadi pengusaha sukses di Ibukota Jakarta. Ini sangat memotivasi kami. Pak Buyar benar-benar bisa menjadi teladan bagi warga Kebumen khususnya, dan bagi masyarakat luas pada umumnya,” ujar salah satu kades menimpali.

Perjalanan hidup Buyar Winarso, dari “bukan siapa-siapa” menjadi orang yang “luar biasa”, sungguh telah membuat para kades jatuh hati. “Kami sangat yakin, di bawah kepemimpinan Pak Buyar, Kebumen bisa sangat maju. Dengan kami mendukung pak Buyar, insya Allah niat kami adalah mewariskan Kebumen yang lebih baik bagi anak-cucu kami,” ujarnya.

Atas dukungan dan antusiasme mereka, Buyar Winarso pertama-tama menyampaikan ucapan terima kasih. Ia, dalam bahasa ringan dan akrab, memaparkan hal-hal yang membuat Kebumen tidak maju, sekaligus mengemukakan kiat-kiatnya memajukan Kebumen tercinta. Pemaparan dalam bahasa sehari-hari, diseling canda dan tawa, mengakibatkan suasana begitu cair dan akrab. Para Kades pun serta-merta dengan mudah menangkap gagasan-gagasan Buyar Winarso. (30)