Tag Archives: PKNU

Mbah Dur Dukung Buyar

Jarum jam menunjuk angka 07.00 di hari yang ke-21 (Minggu) bulan Maret yang lalu. Aliran jemaah pengajian Mapelhaj wilayah Kebumen Timur mulai mengalir menuju lapangan di depan SDN Wonokromo, Alian. Lokasinya, hanya berjarak sekitar 200 meter dari kediaman calon Bupati H. Buyar Winarso, SE.

Seiring merangkaknya jarum jam, bersamaan meningginya matahari, aliran massa makin deras. Tak jauh dari pintu gerbang kediaman Buyar, berjejer para among tamu. Di sebelah kanan berderet ibu-ibu, menyongsong para tamu wanita. Tampak di antara mereka antara lain calon wakil bupati, Djuwarni, Amd.Pd dan istri calon Bupati, Ibu Ninik Yuliani. Sementara di deret kiri jalan menuju lokasi, berjejer para among tamu. Tampak di sana, calon bupati Buyar Winarso, anggota tim sukses, Mahmud, dan beberapa tokoh masyarakat lain.

Sekitar pukul 10.30, datanglah KH. Abdurrahman Khudori atau yang akrab disapa Mbah Dur dari Magelang. Sebelum menuju ke lokasi acara, Mbah Dur singgah di kediaman Buyar Winarso. Sempat bercengkerama dengan para kiyai dan sesepuh masyarakat serta tokoh PKNU. Sekitar 15 menit kemudian, Mbah Dur berjalan kaki menuju lokasi acara.

Dalam tausyiahnya, Mbah Dur menguraikan hakikat agama, serta hal-ihwal mengenai kemabruran haji sesuai dengan basis massa yang hadir. Sekalipun begitu, sebagai Ketua Dewan Syuro PKNU, tak urung Mbah Dur juga menyampaikan sikapnya, baik selaku pribadi maupun selaku Ketua Dewan Syuro PKNU.

PKNU atau Partai Kebangkitan Nasional Ulama adalah salah satu partai pengusung kandidat bupati Kebumen, H. Buyar Winarso, SE. Alhasil, Mbah Dur pun berada di belakang barisan Buyar Winarso, mendukung, mendorong, dan mewujudkan harapan Kebumen ke depan lebih baik di tangan H. Buyar Winarso. Tentu saja menjadi tidak lazim manakala jemaah Mbah Dur, terlebih kader dan massa pendukung PKNU jika tidak berada dalam barisan yang sama dengan Mbah Dur.

Yang menarik adalah, selama acara berlangsung, Buyar Winarso tetap di rumah, tidak ikut hadir di tempat acara. Ia hanya tidak ingin, kehadirannya membuat pengajian tidak fokus. Terlebih, tanggal 21 Maret belum masanya berkampanye. Ia pun tidak ingin, jika didaulat panitia untuk berbicara, yang terjadi justru terlepas kata permohonan dukungan yang bisa dikategorikan berkampanye. “Untuk amannya, saya di rumah saja. Biar Panwas tidak repot,” katanya sambil tersenyum. (dol)

Advertisements

“Walet Emas” di Ratih TV

Ratih TV, dengan program “Pesona Kandidat”, menampilkan figur para kandidat bupati Kebumen yang akan bersaing dalam bursa Pilkada 2010. Hari Rabu (3/2) pukul 19.00 – 21.00, kandidat Buyar “Walet Emas” Winarso tampil dengan gaya khas yang bersahaja. Ia didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Kebumen, Yusuf Cahyono dan Ketua DPD PAN Kebumen, Barli Halim.

Selain bertanya jawab dengan host, Buyar Winarso juga berkesempatan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat Kebumen, baik lewat sambungan telepon maupun lewat sms. Bahkan audiens yang didatangkan dari kalangan masyarakat umum (non anggota BW Center), juga sempat bertanya-jawab, baik saat acara berlangsung maupun setelah acara usai. Kesan umum yang tertangkap, dan ini terepresentasikan dalam sms-sms yang masuk adalah, “Buyar Winarso bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya”.

Bisa dipahami. Sikap sehari-harinya memang seperti itu. Awalnya memang hanya keluarga, orang, dan masyarakat di sekitarnya yang tahu. Akan tetapi, melalui serentetan aktivitas turun langsung ke tengah masyarakat, karakter asli Buyar Winarso yang bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya itu mulai dikenal lebih luas lagi. Nah, interaksi dan penampilan langsung di acara “Pesona Kandidat” di Ratih TV makin banyak masyarakat Kebumen yang mengetahui hal itu.

Menjawab pertanyaan mulai dari aspek politis, sampai ke bidang-bidang kongkrit seperti sektor pertanian, pendidikan, perdagangan, olahraga, bidang-bidang sosial kemasyarakatan, sosial keagamaan, dan lain-lain, Buyar kembali membuktikan spontanitas dan kecerdasannya. Ini sekaligus menepis sebagian kecil masyarakat yang meragukan pemahaman Buyar Winarso terhadap peta pesoalan di Kebumen. Hal itu mengingat lebih 20 tahun ia merantau di Jakarta, berangkat dari anak desa sederhana hingga menjadi pengusaha sukses.

“Meski tinggal dan berjuang di Jakarta, tetapi tidak sekalipun saya melewatkan Lebaran di luar Kebumen. Jadi setiap Lebaran saya pulang ke Wonokromo. Di luar momen Lebaran, saya juga sering pulang ke Kebumen dan tetap menjalin tali silaturahmi dengan saudara, kerabat, teman lama, dan berbagai elemen masyarakat yang ada,” tutur ayah tiga orang anak ini.

Kembali ke performanya yang memikat di Ratih TV. Ia menjawab semua persoalan dengan lugas. Tampak benar, semangatnya adalah mengurai masalah, menyingkirkan belenggu stagnasi, serta mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kebumen. Muara dari menggelindingnya perekonomian tentu saja adalah meingkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tidak adil rasanya kalau kita membiarkan masyarakat Kebumen hidup begini-begini saja. Lebih tidak adil lagi kalau ini kita biarkan. Harus ada generasi yang mengubah paradigma Kebumen sebagai kota pensiun, kota mati. Harus ada yang berani membawa Kebumen ke perubahan. Perubahan ke arah kemajuan yang barokah,” ujar Buyar mantap. (PTS)

Siapa Wakilnya?

Pertanyaan di atas mulai marak akhir-akhir ini. Terlebih pasca deklarasi yang meriah, Sabtu, 16 Januari 2010 yang lalu. Pada kesempatan itu, tiga partai mengusung, PPP, PAN, dan PKNU memang hanya mendeklarasikan H. Buyar Winarso, SE sebagai bakal calon Bupati Kebumen 2010-2015. Artinya, ketiga pimpinan parpol itu sama sekali tidak menyebut-nyebut siapa bakal calon wakil yang akan mendampingi Buyar.

Usai penandatanganan naskah deklarasi, lagi-lagi puluhan ribu pengunjung yang antusias menyaksikan di Alun-alun Kebumen, menanti dengan harap-harap cemas tentang siapa figur calon pendamping Buyar. Sebab, usai penadatanganan naskah deklarasi, agendanya adalah pidato politik Buyar Winarso. Apa yang terjadi? Buyar pun tidak menyebut nama kandidat yang bakal mendampinginya menjadi Wakil Bupati Kebumen 2010 – 2015.

Bahkan, ketika usai menyerahkan wayang kepada dalang Ki Enthus Susmono di atas panggung, Buyar dicegat para wartawan sebelum kembali ke tempat duduk. Para wartawan pun menanyakan ihwal siapa calon wakilnya. Nah, di situ barulah Buyar Winarso secara diplomatis menjawab, “Tentang wakil, saya mohon doa restu masyarakat semua, semoga mendapat figur terbaik. Nama-nama mereka, sudah ada di kantong saya,” ujar Buyar sambil tersenyum.

Nama-nama figur yang telah didekati untuk bersedia menjadi wakil bupati memang sudah ada di kantong Buyar Winarso. Nama-nama itu masuk dari berbagai pihak, baik partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi, dan lain sebagainya. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan mereka. Semua potensial. Semua berpeluang. Saya bangga, Kebumen sejatinya memiliki banyak sekali SDM unggulan. Sayang, selama ini peran mereka belum optimal,” ujar Buyar lagi.

Hari-hari ini, H. Buyar Winarso bersama tim sukses masih terus menggodog figur bakal calon wakil. Berbagai bentuk komunikasi terus dijalin, baik dengan koalisi partai politik pengusung, maupun dengan berbagai elemen masyarakat lain. “Saya sadar, siapa pun yang saya pilih, tentu memiliki konsekuensi diterima dan tidak diterima. Atas kondisi itu, saya hanya berharap, masyarakat mengetahui, bahwa pemilihan bakal calon pendamping sudah melalui proses panjang, menggunakan berbagai parameter, dan tentu saja dengan melakukan apa yang diistilahkan ‘tes pasar’. Lebih dari itu, saya pribadi memiliki kriteria khusus, sebab betapa pun dia akan menjadi wakil saya,” paparnya. (kli)