Tag Archives: PPP

Buyar Winarso di Tabligh Akbar PPP

Partai berlambang ka’bah, PPP, hari Minggu (14/2) menggelar Tabligh Akbar, sekaitan Hari Ulang Tahun-nya yang ke-37. Acara di Gedung Serba Guna Jl. Indrakila Kebumen itu, dihadiri segenap pengurus, pembina, DPC PPP Kebumen hingga ke pengurus kecamatan dan ranting. Hadir pula para alim ulama. Tampak di antara mereka KH Mudatsir Idris, dan KH Gus Romahurmuzy, ST MT (anggota DPR RI).

Momen penting PPP itu, tak lupa menghadirkan pula bakal calon bupati Kebumen 2010 – 2015, H. Buyar Winarso, SE. Panitia tak lupa mengalokasikan waktu khusus buat memperkenalkan calon bupati yang dijagokan PPP. Pembaca acara membacakan riwayat singkat perjalanan hidup Buyar Winarso yang begitu fenomenal. Berangkat ke Ibukota Jakarta mewakili potret buram kemiskinan, kini telah menjelma menjadi pribadi profesional yang sukses dengan memiliki banyak bidang usaha, utamanya Perguruan Global Islamic School.

Sukses hidup Buyar Winarso, adalah sebuah inspirasi. Sebuah lentera bagi siapa saja yang pandai memetik hikmah dari perjalanan hidup orang sukses seperti Buyar. Bermodal semangat, kerja keras, dan memegang teguh amanah, Buyar Winarso berhasil menaklukkan kerasnya Jakarta. Sekarang, catatan suksesnya menjadi menara gading yang bisa disaksikan dan dibuktikan, sebagai satu bentuk motivasi bagi siapa saja yang ingin meraih sukses.

Sementara dalam sambutannya, Buyar Winarso tak lupa mengucapkan selamat hari lahir bagi keluarga besar PPP. Momen hari lahir, hendaknya digunakan sebagai perenungan, introspeksi, agar ke depan bisa lebih baik dari kemarin. Selain itu, terkait pencalonan PPP dan partai koalisi lain terhadap dirinya sebagai bupati Kebumen, Buyar meminta segenap kader PPP untuk bekerja keras menyukseskannya.

Tanpa dukungan dan kerja keras yang ikhlas dari segenap kader PPP, maka perjuangan memenangkan Pilkada menjadi lebih sulit. Karenanya, Buyar tak bosan-bosannya mengajak segenap kader PPP untuk mewujudkan harapan partai dan kader, serta harapan masyarakat Kebumen, untuk “memiliki” bupati sendiri. Inilah momen yang tepat, PPP memiliki seorang bupati di Kebumen. Dengan begitu, kiprah PPP bersama bupati Buyar Winarso akan lebih mudah dalam membawa perubahan Kebumen ke arah perubahan yang lebih baik, lebih makmur, lebih barokah. (dor)

Advertisements

“Walet Emas” di Ratih TV

Ratih TV, dengan program “Pesona Kandidat”, menampilkan figur para kandidat bupati Kebumen yang akan bersaing dalam bursa Pilkada 2010. Hari Rabu (3/2) pukul 19.00 – 21.00, kandidat Buyar “Walet Emas” Winarso tampil dengan gaya khas yang bersahaja. Ia didampingi Ketua DPC PPP Kabupaten Kebumen, Yusuf Cahyono dan Ketua DPD PAN Kebumen, Barli Halim.

Selain bertanya jawab dengan host, Buyar Winarso juga berkesempatan melakukan interaksi langsung dengan masyarakat Kebumen, baik lewat sambungan telepon maupun lewat sms. Bahkan audiens yang didatangkan dari kalangan masyarakat umum (non anggota BW Center), juga sempat bertanya-jawab, baik saat acara berlangsung maupun setelah acara usai. Kesan umum yang tertangkap, dan ini terepresentasikan dalam sms-sms yang masuk adalah, “Buyar Winarso bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya”.

Bisa dipahami. Sikap sehari-harinya memang seperti itu. Awalnya memang hanya keluarga, orang, dan masyarakat di sekitarnya yang tahu. Akan tetapi, melalui serentetan aktivitas turun langsung ke tengah masyarakat, karakter asli Buyar Winarso yang bersahaja, jujur, cerdas, dan apa adanya itu mulai dikenal lebih luas lagi. Nah, interaksi dan penampilan langsung di acara “Pesona Kandidat” di Ratih TV makin banyak masyarakat Kebumen yang mengetahui hal itu.

Menjawab pertanyaan mulai dari aspek politis, sampai ke bidang-bidang kongkrit seperti sektor pertanian, pendidikan, perdagangan, olahraga, bidang-bidang sosial kemasyarakatan, sosial keagamaan, dan lain-lain, Buyar kembali membuktikan spontanitas dan kecerdasannya. Ini sekaligus menepis sebagian kecil masyarakat yang meragukan pemahaman Buyar Winarso terhadap peta pesoalan di Kebumen. Hal itu mengingat lebih 20 tahun ia merantau di Jakarta, berangkat dari anak desa sederhana hingga menjadi pengusaha sukses.

“Meski tinggal dan berjuang di Jakarta, tetapi tidak sekalipun saya melewatkan Lebaran di luar Kebumen. Jadi setiap Lebaran saya pulang ke Wonokromo. Di luar momen Lebaran, saya juga sering pulang ke Kebumen dan tetap menjalin tali silaturahmi dengan saudara, kerabat, teman lama, dan berbagai elemen masyarakat yang ada,” tutur ayah tiga orang anak ini.

Kembali ke performanya yang memikat di Ratih TV. Ia menjawab semua persoalan dengan lugas. Tampak benar, semangatnya adalah mengurai masalah, menyingkirkan belenggu stagnasi, serta mendorong percepatan pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Kebumen. Muara dari menggelindingnya perekonomian tentu saja adalah meingkatkan kesejahteraan masyarakat. “Tidak adil rasanya kalau kita membiarkan masyarakat Kebumen hidup begini-begini saja. Lebih tidak adil lagi kalau ini kita biarkan. Harus ada generasi yang mengubah paradigma Kebumen sebagai kota pensiun, kota mati. Harus ada yang berani membawa Kebumen ke perubahan. Perubahan ke arah kemajuan yang barokah,” ujar Buyar mantap. (PTS)

Siapa Wakilnya?

Pertanyaan di atas mulai marak akhir-akhir ini. Terlebih pasca deklarasi yang meriah, Sabtu, 16 Januari 2010 yang lalu. Pada kesempatan itu, tiga partai mengusung, PPP, PAN, dan PKNU memang hanya mendeklarasikan H. Buyar Winarso, SE sebagai bakal calon Bupati Kebumen 2010-2015. Artinya, ketiga pimpinan parpol itu sama sekali tidak menyebut-nyebut siapa bakal calon wakil yang akan mendampingi Buyar.

Usai penandatanganan naskah deklarasi, lagi-lagi puluhan ribu pengunjung yang antusias menyaksikan di Alun-alun Kebumen, menanti dengan harap-harap cemas tentang siapa figur calon pendamping Buyar. Sebab, usai penadatanganan naskah deklarasi, agendanya adalah pidato politik Buyar Winarso. Apa yang terjadi? Buyar pun tidak menyebut nama kandidat yang bakal mendampinginya menjadi Wakil Bupati Kebumen 2010 – 2015.

Bahkan, ketika usai menyerahkan wayang kepada dalang Ki Enthus Susmono di atas panggung, Buyar dicegat para wartawan sebelum kembali ke tempat duduk. Para wartawan pun menanyakan ihwal siapa calon wakilnya. Nah, di situ barulah Buyar Winarso secara diplomatis menjawab, “Tentang wakil, saya mohon doa restu masyarakat semua, semoga mendapat figur terbaik. Nama-nama mereka, sudah ada di kantong saya,” ujar Buyar sambil tersenyum.

Nama-nama figur yang telah didekati untuk bersedia menjadi wakil bupati memang sudah ada di kantong Buyar Winarso. Nama-nama itu masuk dari berbagai pihak, baik partai politik, tokoh masyarakat, tokoh agama, birokrasi, dan lain sebagainya. “Kami sudah melakukan komunikasi dengan mereka. Semua potensial. Semua berpeluang. Saya bangga, Kebumen sejatinya memiliki banyak sekali SDM unggulan. Sayang, selama ini peran mereka belum optimal,” ujar Buyar lagi.

Hari-hari ini, H. Buyar Winarso bersama tim sukses masih terus menggodog figur bakal calon wakil. Berbagai bentuk komunikasi terus dijalin, baik dengan koalisi partai politik pengusung, maupun dengan berbagai elemen masyarakat lain. “Saya sadar, siapa pun yang saya pilih, tentu memiliki konsekuensi diterima dan tidak diterima. Atas kondisi itu, saya hanya berharap, masyarakat mengetahui, bahwa pemilihan bakal calon pendamping sudah melalui proses panjang, menggunakan berbagai parameter, dan tentu saja dengan melakukan apa yang diistilahkan ‘tes pasar’. Lebih dari itu, saya pribadi memiliki kriteria khusus, sebab betapa pun dia akan menjadi wakil saya,” paparnya. (kli)